Minggu, 03 Oktober 2010

CITROEN & PEUGEOT 4X4 4WD

Pengguna mobil sedan Peugeot dan Citroen, pasti setuju dengan  pendapat mengenai kenyamanan dan ketangguhan suspensi mobil-mobil ini.  Pada kenyataannya, kelebihan ini belum dapat memberi kepuasan, terutama pada pengguna di daerah dengan kondisi jalan yang tidak menentu. Penyebabnya adalah tidak adanya “sistem penggerak  4 roda”  (4×4) yang memang sangat membantu menghadapi kondisi jalan yang sangat buruk.
Walaupun ada banyak permintaan dari konsumen, entah mengapa kedua pabrikan asal perancis ini tidak segera menambahkan penggerak empat roda (4×4) pada beberapa varian model sedannya.
Melihat besarnya permintaan akan varian  mobil dengan kemampuan lebih, sebuah perusahaan perancis yaitu DANGEL, dengan persetujuan pabrik Peugeot dan Citroen mencoba melakukan konversi  pada sistem penggerak yang asalnya 4×2 menjadi 4×4. DANGEL yang berpusat di Sentheim, Alsace, Perancis, memulai proyek pertamanya dengan menggunakan Peugeot 504 tahun 1980.  Selanjutnya, selain dengan Peugeot,  DANGEL juga meng-konversi Citroen.
Agak berbeda dengan kendaraan yang memang dirancang sebagai 4×4 sejati, produk konversi dari DANGEL menerapkan konsep efektivitas dengan penampilan yang tetap sederhana layaknya mobil 4×2. Prinsipnya adalah produk yang bersahabat, tangguh dan dapat digunakan di segala kondisi jalan.
Produk DANGEL memang hanya ditujukan kepada para penggemar mobil yang memiliki semangat petualang dengan mobil yang nyaman, dengan daya jelajah tinggi di jalan beraspal maupun jalan tanah, bukan untuk penggemar kendaraan 4×4 yang digunakan secara konvensional.
Ide untuk meng-konversi sistem penggerak ini sesungguhnya  sederhana tetapi sangat ambisius,  dengan menggunakan beberapa peralatan yang didesain khusus  yaitu :
  • Transmisi 4×4 yang dapat merubah penggerak dua roda (2WD) menjadi penggerak empat roda (4WD), melalui sebuah tombol tambahan di dashboard dan shifter.
  • Saklar “visko-coupler” yang bekerja secara otomatis. Jika roda depan kehilangan traksi, torsi segera dipindahkan ke roda belakang dengan perpindahan yang sangat lembur tanpa sentakan.
  • Limited slip rear differential“, yang dapat memberikan keamanan maksimal pada jalan yang sangat buruk.  Pada saat salah satu roda belakang kehilangan traksi, “limited slip rear differential” ini akan segera memindahkan torsi ke roda lainnya  agar dapat mencengkeram jalan dengan lebih baik.
  • Locking rear differential“, yang sangat berguna pada saat salah satu roda belakang kehilangan traksi secara total, contohnya pada tikungan yang ekstrim. Pada kondisi ini “limited slip differential” tidak akan  mampu memberikan torsi cukup. Oleh sebab itu diperlukan “locking rear differential”, agar kedua roda belakang dapat berbelok dengan kecepatan yang sama, bahkan jika satu roda berada di udara.
  • Lower forward gear” yaitu penambahan “gigi rasio rendah” pada transmisinya, yang dapat dipilih dengan menggunakan shifter. Keuntungan yang didapat dari penambahan ini adalah meningkatnya kemampuan untuk “engine brake” pada kondisi jalan yang menurun curam, serta kemampuan untuk mendaki jalan terjal bahkan dengan beban penuh.
  • Memperbesar “ground clearence“, serta menggunakan roda dan ban yang berukuran lebih besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar