Rabu, 01 Desember 2010

REM SEPEDA MOTOR

A. FUNGSI REM
Untuk mengurangi kecepatan laju sepeda motor clan untuk menghentikannya.
B. SISTEM PENGEREMAN
Prinsip sistim pengereman adalah perubahan ergi kinetik menjadi energi panas dalam bentuk gesekan panas.
Ada dua tipe sistim pengereman pada sepeda motor Honda, yaitu :
1. Tipe drum (tromol).
2. Tipe disk (cakram).
Kedua-duanya berputar bersama-sama roda. Masing-masing dilambatkan oleh gesekan rem atau pad yang menekannya.
INFORMASI SERVICE
PERHATIAN ! Debu asbes dari kampas diketahui dapat mengakibatkan teriadinya gangguan pernapasan dan kanker. Jangan menggunakan tekanan angin atau sikat kering, saat membersihkan debu rem.

I. REM TROMOL
A. PRINSIP KERJA REM TROMOL
1. SINGLE LEADING SHOE TYPE (Leading-Trailing Shoe Type)
Tenaga pengereman dari pedal atau handle dialirkan ke bubungan rem melalui kabel atau batang rem. Bubungan (seperti pada gambar.21) akan menggerakan sepatu (shoe) rem, yang selanjutnya bergesekan dengan drum, untuk memperlambat putaran drum yang berhubungan dengan roda. Sehingga putaran roda akan diperlambat.
Dengan Konstruksi/posisi shoe (sepatu) yang demikian, maka leading shoe menghasilkan gaya yang lebih besar daripada trailing shoe. Kenaikan gaya pada leading shoe ini yang disebut “SELF ENERGIZING”.
2. DUAL LEADING SHOE TYPE
Perbedaan dengan "Single Leading Shoe" adalah pads tipe ini memakai dua buah "Bubungan rem". Dengan gaya yang sama dari pedal atau handel rem, tipe ini akan memberikan gaya pengereman yang lebih besar.
Karena sistim ini menghasilkan gesekan yang paling penting pads komponen­komponen . rem maka diperlukan meterial yang dapat menyalurkan panas dengan cepat. Aluminium alloy adalah material yang mempunyai konduktivitas panas yang tinggi. Dan jugs sirip-sirip pendingninan (Cooling fins) pads hub dipergunakan untuk mempercepat proses pendinginan.
B. PEMERIKSAAN REM TROMOL

1. TROMOL REM
- Periksa tromol rem terhadap kerusakan, dan ganti jika diperlukan.
- Ukur diameter dalam tromol rem pada permukaan lining pada beberapa tempat dan dapatkan ukuran terbesar.
Batas Servis :
Astrea, WIN, GLK = 111 mm
GL Pro, Tiger = 131 mm
Catatan :
Jika tromol rem berkarat, bersihkan dengan amplas #120.
Memakai jangka sorong untuk mengukur diameter dalam tromol. (gambar.23).
2. KETEBALAN BRAKE LINING
- Ukur brake lining pada tiga titik (keduanya diujung dan ditengah-tengah).
- Ganti sepatu rem sepasang jika ukurannya lebih kecil dari batas service yang diijinkan atau jika kena grease (gemuk).
Batas Service = 2.0 mm.

C. PROSES MEMBUKA REM TROMOL
Catatan :
- Ganti sepatu rem sepasang.
- Jika sepatu rem akan dipakai lagi, pada waktu pelepasan tandai terlebih dahulu ujung sepatu rem supaya dapat dipasang pada posisi semula.
- Tarik sepatu rem dari anchor pin dan lepaskan sepatunya.
- Lepaskan lengan rem, indicator keausan, sil debu dan bubungan rem.

D. PROSES PEMASANGAN REM TROMOL
1.Lumasi bubungan rem dan pin jangkar dengan sedikit gemuk selanjutnya pasang kembali pada panel rem.
2.Pasang sil debu, plate indicator keausan dengan menempatkan gigi indicator yang lebar pada bubungan rem.
3.Tepatkan tanda titik pada lengan rem dengan bubungan rem kemudian kencangkan baut penjepit.

II. REM CAKRAM
A. GANGGUAN YANG TERIADI PADA REM CAKRAM
1. Handle Rem Terasa Lunak
· Ada udara palsu di dalam sistim hidraulik.
· Ada kebocoran pada sistim hidraulik.
· Kanvas rem/cakrarn, rem kotor.
· Sil piston caliper aus.
· Sil piston silinder utama aus.
· Kanvas rem/cakram rem aus.
· Caliper kotor.
· Caliper tidak bergeserdengan balk.
· Tinggi permukaan minyakterlalu rendah.
· Saluran minyak rem tersumbat.
· Cakram rem bengkok/berubah bentuk.
· Piston caliper menyangkut/aus.
· Piston cylinder utama menyangkut/aus.
· Silinder utara kotor.
· Handel rem bengkok.
2. Handel Rem Terasa Keras
· Sistim rem tersumbat/tertahan.
· Piston caliper menyangkut/aus.
· Caliper tidak bergeser dengan baik.
· Saluran minyak rem tersumbat/tertahan.
· Sil piston capiler aus.
· Piston silinder utama menyangkut/aus.
· Handel rem bengkok.
3. Rem Menyangkut
· Kanvas rem/cakram rem kotor.
· Roda ticlak terpasang dengan tepat.
· Kanvas rem/cakram rem aus.
· Cakram bengkok/berubah bentuk.
· Caliper tidak bergeser dengan baik.
B. PRINSIP KERJA REM CAKRAM
Tekanan yang dipakai melawan handel rem atau pedal akan menggerakan piston di dalam master silinder unit. Tekanan Hydraulic fluida selanjutnya dialirkan melalui saluran (pipa) untuk menekan piston capiler.
Piston capiler akan kontak langsung dengan sisi belakang kanvas rem. Anti sequeal shims (plat tipis) akan mengatur posisi normal antara piston dan kanvas rem. Pada saat yang bersamaan, kanvas rem pada sisi yang berlawanan menekan rem, sehingga putaran roda diperlambat. (gambar 27).
Pada waktu handel rem dilepas, tekanan hydraulic menurun dan pad tekanannya berkurang pada disk (cakram).
Minyak rem, piston master dan piston caliper kembali seperti semula oleh tekanan pegas di piston master dan sil di piston caliper. (gambar 28).
Ada "single push" caliper, kedua pad menekan disk melalui reaksi "sliding caliper yoke". Caliper tipe ini banyak dipakai pada honda. Model terbaru memakai single push dengan dua piston.
C. INFORMASI UMUM UNTUK PEMELIHARAAN
- Hindari kotoran, debu, air atau benda asing masuk pada waktu pengisian dan penggantian minyak rem.
- Ganti parts yang dianjurkan pada waktu penggantian pada saat sepeda motor di service.
- Bersihkan permukaan brake pad dan disk dari oli atau grease (gemuk), karena akan mengurangi gaya pengereman-nya.
- Brake caliper dapat dilepas dari sepeda motor dan pad dapat diganti tanpa harus memutuskan sistim hydarulic.
D. PENGGANTIAN MINYAK REM
Sebelum membuka tutup reservoir, putar handle bar sampai minyak rem pada posisi mendatar. Pisahkan/tempatkan di tempat yang aman barang-barang yang di cat, plastik, karet, agar ditutup kain, pada slat melakukan service atau penggantian minyak rem.
1. Tanpa Alat Khusus
- Buka tutup master silinder dan diafragma.
- Buanglah kotoran-kotoran akibat kontaminasi pada pad dan disk dengan cairan pembersih (Gb. 29)
- Hubungkan pipa pada katup pembuangan.
- Pompa/tekan handel rem berulang-ulang sampai terlihat gelembung udara keluar.
- Tekan handel rem selanjutnya buka katup ¼ putaran dan tutup kembali.
- Lakukan cara seperti di atas sampai rem bekerja dengan sempurna. (Gb.30).
2. Memakai Alat Khusus
- Isi minyak rem sampai batas upper.
- Pasang alat brake bleeder pada katup pembuangan seperti gambar disamping. (Gb.31)
- Lakukan pemompaan 3 atau 4 kali kemudian kendorkan katup dengan kunci +/- 5 detik lalu kencangkan kembali.
- Lakukan beberapa kali sampai minyak rem terlihat keluar tanpa gelembung udara melalui pipa brake bleeder. (gb.31).
Catatan :
Check isi minyak rem dan tambahkan apabila kurang untuk mencegah masuknya udara palsu.
E. MASTER CYLINDER
1. Proses Membuka
  • Keluarkan minyak.
  • Lepaskan snap ring derigan snap ring pliers.
  • Keluarkan piston master don pegas.
  • Cuci master silinder dan komponen lainnya dengan air bersih.(Gb.32).
2. Pemeriksaan pertama
  • Periksa master silinder terhadap goresan, keausan.
  • Ukur diameter dalam pads beberapa tempat.
  • Ganti master silinder jika ukuran terbesar melebihi batas service yang diijinkan. (Gb.33)
3. Pemeriksaan kedua
  • Periksalah piston master terhadap goresan keausan.
  • Ukur diameter luar piston pada beberapa tempat.
  • Ganti piston master jika ukuran terkecil lebih kecil dari batas service yang diijinkan.
4. Proses Pemasangan
  • Pastikan tiap parts, terbebas dari kotoran sebelum dipasang.
  • Lapisi piston cup dengan minyak rem yang baru dan pasang pada pistonnya.
  • Pasang pegas dengan ujung diameter yang lebih besar menghadap master cylinder
  • Pasang primary cup dengan sisinya yang cekung menuju sisi dalam master silinder.
  • Pasang snap ring. (Gb.35).
F. BRAKE CAPILER
1. Proses Membuka
· Lepaskan baut pipa minyak rem.
· Lepaskan baut caliper.
· Lepaskan kanvas rem.
· Lepaskan braket caliper.
· Keluarkan piston dengan memakai tekanan udara.
· Cucilah capiler silinder dan komponen lainnya dengan air bersih.
Catatan:
Untuk melindungi supaya piston tidak terlempar keluar, bagian sisi piston diberi penahan kain lap/plat tipis.
2. Pemeriksaan
  • Periksa permukaan dinding silinder caliper dari cacat dan goresan-goresan.
  • Ukur diameter dalamnya beberapa tempat.
  • Ganti capiler silinder jika ukuran terbesar melebihi batas service yang di ijinkan. (gb.39).
  • Periksa permukaan dinding piston caliper dari cacat dan goresan-goresan.
  • Ukur diameter luar piston pada beberapa tempat.
  • Ganti piston caliper jika ukuran terkecil melebihi batas service yang diijinkan. (gb.40).
2. Proses Pemasangan
Catatan:
  • Pastikan tiap komponen terbatas dari kotoran sebelum dipasang.
  • Lapisi sil debu dan sil potong baru dengan minyak rem dan pasang ke alur caliper cylinder.
  • Lapisi caliper piston dengan minyak rem baru dan pasang ke caliper.
  • Lumasi pin slide dengan gemuk silikon Pasting kanvas rem kembali.(gb.41).
3. Pemeriksaan Brake Disc (Rem Cakram)
  • Secara visual periksa disk (cakram) terhadap kerusakan atau keretakon.
  • Ukur ketebalan cakram pada beberapa tempat dan ganti jika hasil pengukuran terkecil lebih kecil dari batas service yang diijinkan.(gb.42).
  • Check keolengan cakram periksa bantalan roda dari keolengan bila bantalan roda normal dan cakram oleng, maka ganti cakramnya. (gb.43).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar