Selasa, 25 Januari 2011

INFO BUSI PANAS DAN BUSI DINGIN PADA MOBIL


BUSI MOBIL


BUSI MOBIL : BUSI PANAS DAN BUSI DINGIN
BUSI  (dari bahasa Belanda bougie) adalah suatu suku cadang yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektroda pada ruang bakar. Busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Percikan busi berupa percikan elektrik. Pada bagian tengah busi terdapat elektroda yang dihubungkan dengan kabel ke koil pengapian (ignition coil) di luar busi, dan dengan ground pada bagian bawah busi, membentuk suatu celah percikan di dalam silinder. Hak paten untuk busi diberikan secara terpisah kepada Nikola Tesla, Richard Simms, dan Robert Bosch. Karl Benz juga merupakan salah satu yang dianggap sebagai perancang busi.
Mesin pembakaran internal dapat dibagi menjadi mesin dengan percikan, yang memerlukan busi untuk memercikkan campuran antara bensin dan udara, dan mesin kompresi (mesin Diesel), yang tanpa percikan, mengkompresi campuran bensin dan udara sampai terjadi percikan dengan sendirinya (jadi tidak memerlukan busi).

Cara kerja :

Busi tersambung ke tegangan yang besarnya ribuan Volt yang dihasilkan oleh koil pengapian (ignition coil). Tegangan listrik dari koil pengapian menghasilkan beda tegangan antara elektroda di bagian tengah busi dengan yang di bagian samping. Arus tidak dapat mengalir karena bensin dan udara yang ada di celah merupakan isolator, namun semakin besar beda tegangan, struktur gas di antara kedua elektroda tersebut berubah. Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami proses ionisasi dan yang tadinya bersifat insulator, berubah menjadi konduktor.
Setelah ini terjadi, arus elektron dapat mengalir, dan dengan mengalirnya elektron, suhu di celah percikan busi naik drastis, sampai 60.000 K. Suhu yang sangat tinggi ini membuat gas yang terionisasi untuk memuai dengan cepat, seperti ledakan kecil. Inilah percikan busi, yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar atau petir mini.  ( Wikipedia )

Busi ada 2 jenis
1. Busi Panas
2. Busi dingin

busi dingin bisa menghantar panas dri ujung busi ke cylider head. akibatnya suhu di ruang bakar lebih rendah.
busi panas, sebaliknya. menghantar panas lebih lambat. sehingga suhu di ruang mesin pun lbh panas.
busi panas dianjurkan buat mesin yg mempunyai suhu pembakaran rendah karena bakal mencegah kerak.
busi dingin dianjurkan buat mesin yg bekerja di temperatur lebih tinggi. seperti mesin mobil balap, mesin N/A ataupun force induction.
tetapi, jgn pula mikir klo yg panas buat yg standar2 aja only. atau yg dingin buat balap only...
tiap busi punya heat rangenya. sesuaikan sama spek mesin...
gampangnya, beli busi baru yg lebih dingin dari standarnya, trus bejek2 tuh mobil sampe limitnya. trus lihat lagi businya... klo warnanya belang, tandanya busi terlalu dingin. ganti yg lebih panas. klo warna merata, tandanya itu busi cocok utk mesinnya...
kedua...
air-fuel ratio, kondisi bahan bakar n timing...
air-fuel ratio yg gak tepat bakal ngebuat warna putih di elektoda n coklat hitam di slonsong yg gak beraturan n berkesan kotor.
timing identik sama detonasi... detonasi bisa dilihat dari area porselen yg timbul butiran hitam silver. butiran hitam adalah oli yg merembes dari ring piston yg overheat. warna silver adalah serpihan aluminium dari piston atau head.( Kambing Biru )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar